5 Menit Jadi Orang Tua

Memiliki anak yang pintar, kreatif, jujur, bertanggung jawab dan mandiri merupakan harapan para pasangan suami istri. Bangga dengan juara kelasnya, bangga dengan kreatifitasnya, bangga dengan kecakapannya.

Mari sejak dini kita selalu memperhatikan si buah hati, mulai dari asupan makan, teman main, apa yang mereka tonton dan yang pasti kita sebagai orang tua bagaimana  mendidiknya. Pelajari sifat anak, pelajari semua tentang anak kita, mulai pikirkan konsep apa yang cocok untuk mendidik mereka. Rumah merupakan kunci awal pembentukan anak. Siapa yang ada di rumah kalau bukan orang tua. Sebelum kita berbicara kepada anak-anak, mari kita sebagai orang tua koreksi diri, belajar menjadi sesosok pahlawan yang tingkah laku kesehariannya dapat di contoh. Anak di usia balita merupakan usia dimana selalu meniru apa yang di lihatnya, mereka mengerjakan apa saja yang mereka lihat, bahkan hal-hal yang mengancam keselamatan dirinya sendiri.

Jauhkan anak-anak dari tontonan yang sifatnya kekerasan, pertengkaran baik itu di televisi maupun di lingkungan rumah kita, jauhkan anak disaat kita sedang berselisih dengan pasangan kita, jiwanya akan takut, trauma, karna itu akan menjadikan mental anak terganggu. Memori otak anak sangat mudah menerima dan menyimpannya setiap apa yang mereka lihat dan dengar, karna itu jauhkan anak dari hal-hal tersebut. Berikan perhatian yang cukup, selalu tanyakan keadaannya, berikan rangsangan sehingga anak selalu cerita apa yang sedang dia alami (Anak yang sudah mulai bisa berfikir) Jadikan kita orang tua sebagai tempat curhat di setiap permasalahan mereka, tempat bertanya setiap mereka menemukan suatu hal yang baru, terutama terhadap perubahan pada fisik dan jiwa mereka. Sering kita temukan anak wanita yang beranjak dewasa mengalami prubahan pada bagian tubuh  mereka yang membesar dan mengalami menstruasi yang pertama, sebisa mungkin oang tua memperhatikan perubahan tersebut, berikan wawasan mengenai hal tersebut, bahwa semua itu terjadi pada seorang wanita dimana  kejadian itu merupakan proses beranjak dewasa seorang wanita.

Kita kembali ke perhatian anak balita kita, hindarkan kita memberikan alasan yang tidak logis ke anak. Berikan selalu alasan disaat kita menolak apa yang anak minta, jangan sekali-kali kita berbohong kepada anak kita biarpun hal sekecil apapun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s