Panas Bumi 16 April 2012

16 Maret 2012

Bising saut menyaut saling bersautan, satu merasa kehilangan kenyamanan tidurnya, yang satu mereda ketidaknyamanan yang dia rasakan, walaupun badannya menolak semua yang dirasakannya malam itu.

Badannya bak kereta api yang tak berhenti bergerak, mencari kenyamanan yang hilang. Berhenti sebentar di stasiun kecil mendapatkan kenyamanan, namun itu hanya sebentar, keretanyapun bergerak lagi dan mengeluarkan suara-suara ketidaknyamanan. Panas yang luar biasa menyelimuti kamarku, anakku, istriku..

Hampir semalaman kami tidak bisa tidur, apalagi anakku yang baru merasakan keadaan seperti ini, dia seakan berteriak, KENAPA BUMI SEPANAS INI? APA YANG KALIAN LAKUKAN TERHADAP BUMIKU?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s