Agar Anak tidak bertengkar

Bagaiman kita mengajari anak kita supaya tidak bertengkar

Memaklumi yang tidak pada tempatnya. Sering orang tua kita menjumpai anaknya berbuat nakal dan ibunyapun sering mengucapkan “ Ya namanya juga anak laki-laki, ya biasalah” kemudian ada juga ketika orang tua melihat adik bertengkar dengan kakaknya mengatakan “Namanya juga anak-anak” ketika pula anaknya memukul anak tetangganya mereka mengatakan “Namanya juga anak-anak ngak sengaja kok”

Apabila kita tetap mendiamkan atau memakluminya perilaku ini terus, maka anak itu beranggapan bahwa perilaku yang ia lakukan itu benar dan tidak ada yang harus diperbaiki, perilaku inilah yang akan di bawa dan dipertahankan hingga dewasa.sehingga kita sering melihat anak dewasa yang beperilaku tidak baik,Lalu apa yang sebaiknya harus kita lakukan? Sebenarnya tidak ada yang harus dimaklumi dari anak-anak kita, setiap anak harus dididik sesuai tipe sifat dasarnya tanpa kecuali apakah dia laki-laki atau perempuan,setiap anak bisa dididik mulai 2 tahun ia akan mau bekerjasama sepanjang kita mengajak berkomunikasi dari hati kehati dengan konsisten, semakin dini kita melakukan semakin baik, karena anak-anak kita yang masih kecildi ibarat besi yang masih panas, yang masih lentur untukdi bentuk dan diarahkan, semakin bertambahnya umur anak kita maka semakin berkurang kelenturan anak kita untuk kita atur, jadi jangan menunggu anak kita besar baru kita mulai mendidik, karena sesungguhnya masa-masa TK sampai dengan SLTA masa krisis pembentukan prilaku anak, apabila berhasil maka setelah ia masuk SMA memiliki identitas diri dan prilaku yang sangat baik.

Pertengkaran itu disebabkan orang tua tidak bisa menjelaskan arti pertengkaran pada anak-anaknya,apasih sisi sebuah pertengkaran kita,sering orang tua tidak memahami apasih sisi dari bertengkar itu dan menganggap pertengkaran adalah hal yang negatife, padahal dari pertengkaran itu ada sisi positifnya, seorang anak umur 4 tahun dan hanya baru mengalami kehidupan 4 tahun mereka belum memiliki konsep-konsep, dengan pertengkaran itu anak kita menceritakan bahwa mereka mempunyai keinginan tapi tidak bisa menyampaikan keinginan itu, akirnya apa yang terjadi,”rebutan”, dan yang mempunyai mainan mempertahankan hak miliknya demi keadilan,maka dari pertengkaran ini kita bisa memetik, anak yang bertengkar belum memiliki konsep hak milik bersambung…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s